Rabu, 10 April 2013

Sahabat yang telah pergi (cerpenku)

  1. Sahabat yang telah pergi
     
    cerita ini saya tuliskan berdasarkan kenyataan,  dan benar-benar terjadi

    Roni adalah sahabat dan bahkan lebih dari sahabat, kami satu kampung yang letaknya di pakpak bharart, Roni dibawah saya dua tahun boleh dikatakan adek kelas dari sd sampai smk, sejak dari kecil kami hampir sama, sama-sama dikampung sama-sama kesekolah bahkan pernah satu kos waktu kami sudah duduk di sekolah menegah kejuruan. Saya tidak menyangka kalau dia dulu melanjutkan sekolahnya ke SMK yang saya banggakan tersebut saya tau dia sekolah disitu karena saya menghubungi adek saya yaitu petro sinamo, saya berkomunikasi dengannya dan saya bertanya petro ada satu kampung kita sekolah ke SMK? Lalu adek saya men jawab ada . siapa tanya saya? Roni katanya. Bah ia nya mantablah
    Setelah saya selesai PPL, saya pulang dan kembali aktif sekolah dan saya bertemu dengan mereka saya senang bisa satu kos sama orang itu dan satu sekolah, banyak kenangan yang kami dapat pada waktu itu, berbagai kegiatan kami lalui bersama mereka , kegiatan kami sapulang sekolah bermain sepak bola dengan sekampung itu bahkan kami pernah ikut timnas dengan kecamatan itu kami senang walau bukan kampung kami tapi kami bisa bagian dari mereka pokoknya senang deh bahkan kam I pemain inti dari timnas tersebut, selain bermain sepak bola kami paling suka mencari kerjaan dengan orang –orang yang dikampung itu, kami datangi kerumah-rumah mereka dan menayakan pak ada kerjaan ? tanya kami
    Kerjaan apa kata bapak-bapak itu? Kerjaan apa saja bisa pak jawab Roni. Kami butuh uang pak unutk uang jajan kami sekaligus cari aktifitas pak, bosan dikos terus , oh ia kebetulan saya mau memelihara ayam dan saya ingin memperbaiki kandang ayam saya sekaligus membuat pagar agar ayam-ayam yang saya pelihara nanti tidak keluar dari lokasi saya tutur bapak itu’. Ok pak , Tison bertanya kepada bapak-bapak itu, berapa gaji kami pak setengah hari? Oh kalau satu hari full gajinya 40.000 , berarti untuk gaji setengah hari upahnya 20.000 begitu biasanya kata bapak itu. Lalu kami berbincang-bincang sebelum bekerja Roni bertanya kepada Tison bagaimana itu cocok tanya Roni kepada Tison dan kami semuapun menjawab ok mainkan dari pada tidur di kos jawab kami, kamipun memulai pekerjaan tersebut dan meminta peralatan yang akan kami pakai , bapak itu menyuruh kami mengambil bambu ke ladadangnya , kamipun pergi keladangnya dan kamipun berbagi tugas, tapi sebelum kami berbagi tugas bapak-bapak tersebut membagi kerja kami dia berkata dua orang menebang bambu dan dua orang mengukur dan memotong dengan panjan 6 meter dan dua orang lagi langsung megantarkan kerumah supaya kerjaan kita cepat selesai kata si bapak tersebut, tidak terasa pekerjaan kamipun selesai , kami semua pergi menuju kos kami yang tidak terlupakan yang menyimpan kenagan yang tidak bisa dilupakan. Setelah sampai ke kos kami semua bernyanyi dan nyanyian kami adalah cair cair dan kami tertawa bersama hahahahahahha dan langsung pergi menuju sungai untuk berenang bersama, betapa senangnya pada waktu itu. Setelah kami selesai mandi kami memasak bersama dan kami makan bersama betapa senangnya pada waktu itu, setelah selesai makan kami bercerita , Tison” ah pegal badanku woii, lalu Roni menjawab ahk baru begitu sudah pegal-pegal percuma badanmu besar katanya sambil tertawa dan tertawanya itu yang tidak bisa dilupakan sampai sekarang. Woiiii kata petro ayo minta gaji! Semua menjawab ayo kamipun berangkat menuju rumah bapak-bapak itu dan Tison mengetuk pintu tok-tok-tok 4x , lalu bapak itu membuka , lalu Tison meminta gaji kami dan bapak itu langsung meberikan gaji kami dan kamipun mengucapkan terimakasih banyak ya pak , oh sama-sama nak kalau ada waktu kalian datang lagi kesini ya masih banyak pekerjaan kita katanya, ia pak jawab kami, langsung meninggalkan lokasi dan menuju kedai dan membeli minuman dan makanan, begitulah kegiatan kami kalau kami pulang sekolah , tetapi kalau kami lagi malas kerja kami tidur siang, biasanya kalau sore hari kami selalu diajak untuk bermain sepak bola itulah kegitan kami dan ada pula mengikuti latihan pencak silat di sekolah.. tanpa kami sadari waktu begitu terasa cepat ujian nasionalpun sudah diambang pintu tetapi kami tetap aja asik bermain dan tidak begitu peduli, tidak seperti kawan-kawan yang lain sibuk belajar dan terus aktif mengikuti les sore dan sibuk semua memperbincangkan kalau nanti mereka lulus akan melanjutkan ke perguruan tinggi pokoknya semua membicarakn tentang sekolah keperguruan tinggi, sedangkan teman saya yang bernama Harry tidak peduli karena cita-citanya ingin menjadi pengusaha sedangkan saya mempunya cita-cita menjadi Brimob dan didalam pikiran kami untuk apa itu kita bicarakan ia kan tutur saya kepada Harry, ia jawab si Harry, dan kami selalu fokus untuk olah raga terus, biarpun ujian nasional sebentar lagi kami terus bermain sepak bola dan lari-lari sore itulah kegiatan kami, bulan 4 pun telah tiba kebetulan satu kos itu Cuma kami berdua yang kelas 3 nya sedangkan yang lainya masih kelas satu dan kelas 2, kepala sekolahpun mengumumkan kalau kelas satu dan kelas dua libur selama ujian nasional berlangsung dan kita bertemu senin depannya itulah pengumuman dari kepala sekolah, Roni, Tison, Dumik, petro merekapun pulang kampung dan tinggallah kami berdua rasanya sepi sekali selain terasa sepi saya menghayal pada malam hari pada saat mau tidur dan didalam pikiran saya itu inilah yang ke dua kalinya saya ujian tidak didepan orang tua saya sedih dan menjatuhkan air mata dan membayangkan oranglain yang diberikan orang tuanya nasihat kepada anak-anaknya sewaktu mau ujian nasional tetapi saya mempunyai tekad kalau saya harus membuktikan kepada semua orang kalau saya bisa lulus walaupun jauh dari orang tua saya, karena waktu itu ada orang yang menyatakan kalau kami nanti tidak akan lulus dan akan putus sekolah pernyataan itu saya dengar kalau saya sudah selesai sekolah , andaikan sebelum selesai sekolah itu saya dengar orang yang menyatakan tersebut akan kami hajar pastinya, ujian nasionalpun sudah selesai dan kami mengadakan perpisahan dengan guru dan teman setelah selesai perpisahan saya dan Harry pulang ke kos sambil mempersip kan diri untuk pulang ke kampung kami masing-masing, kami makan bersama di kantin tepat pukul 12:00 kami mengunci semua pintu kamar dan sebelum kami meniggalkan kos tersebut kami menuliskan di sebuah kertas dan tulisannya selamat tinggal dan selamat berjuang dan jaga kebersihan semuanya ya friends itulah dari Harry sedangkan tulisan dari saya bersikan Meduk mengucapkan selamat tinggal rumah kos-kosanku dan untuk orang yang tinggal disini jaga kebersihan dan selamat berjuang itulah tulisan dari saya dan kami berjabatan tangan mudah-mudahan kita lulus ya Har itulah yang saya katakan dan Harrypun menjawab amin, setelah selesai menulis kami beangkat ke stasiun dan kamipun berangkat, didalam mobil sewa kami bercerita kapan lagi ya kita jumpa? Itulah pertanyaan saya dan Harrypun menjawab nanti pas pengumuman kita jumpa katanya , dan saya menjawab yakin? Ia yakin jawabnya lagi. tidak terasa simpang mau ke acehpun sudah tiba dan saya berhenti disitu dan saya berpisah dengan Harry karena tujuan kami tidak sama dia menuju Sidikalang sedangkan saya menuju arah perbatasan aceh, kamipun berpisah . sayapun sampai kerumah dan istirahat sebentar dan bercerita dengan orang tua saya , bapak dan mamak saya bertanya bagaimananya ujianmu? Lumayan bagus mak jawab saya, oh baguslah selama libur ini kamu bantu dulu bapak kamu diladang ya kata mamak saya ia mak jawab saya dengan semangat karena didalam pikiran saya kalau saya nanti bantu bapak di ladang pasti saya akan diijinkan untuk mengikuti testing Brimob itulah yang ada didalam pikiran saya, tepat bulan lima saya mendapatkan informasi kalau saya lulus saya senang dan saya mendengar kabar kalau teman seperjungan saya tidak lulus, setelah saya lulus saya bicara dengan bapak dan mamak saya, mak? Saya mau jadi angkatan saya bilang ternyata saya tidak diijinkan oleh mamak saya, mamak saya berkata ah tidak bisa nanti kalah kau habis uang kita nanti itulah yang dikatakan mamak saya, dan saya tidak mau berdebat lagi dan saya langsung menyatakan saya kulaih saja mak jawab saya, lalu mamak saya mengijinkan dan akhirnyan saya pergi ke kota pematang siantar bersama abang saya, seminggu saya saya di siantar saya bingung mau kulaih di USI(universitas simalungun) atau Nomensen? Kalau ke usi kualitasnya tidak baik sedangkan di nomensen kualitasnya lebih baik dari pada usi kata abang saya , sayapun mendaptar ke nomensen mengambil jurusan Bahasa Indonesia setelah saya duduk satu semester saya sms san dengan adek saya bagaimana kabar disana? tanya saya baik jawab petro adek kandung saya sendiri, kalau yang lainnya bagaimana kabarnya tanya saya lagi? baik. Tapi si Roni lagi sakit katanya, sakit apa? Waktu dia latihan paskibra dia sudah sakit dia sudah satu minggu di rumah sakit katanya” apa? Sakit apa dia? Katanya bisulan, bisulan kok sampai kerumah sakit itulah yang saya katakan kalau kamu tidak percaya ya sudah jawab adek saya, tepat bulan desember 2010 saya pulang kampung karena sudah libur, saya cari informasi dari tetangga kalau si Roni dimana saya katakan? Tetangga menjawab dia dirumah sakit Aceh katanya” belum sembuh rupanya? tanya saya belum jawabnya , saya terus bertanya emangnya sakit dia sakit apa makanya dia dirumah sakit? Tetangga menjawab kata orang dia kena guna-guna. Apa ? kena guna-guna? Didalam pikiran saya ya ampun kenapa bisa begitu, tega kalilah orang yang membuat itu , perasaan saya sedih dan agak emosi kepada orang yang membuat dia sakit. Sudah seminggu saya dikampung ,tepat tanggal 31 desember 2010 dari kejauhan saya mendengar dan semua orang mendengar suara ambulance dari arah aceh menuju ke kampung kami dan semua bertanya siapa ya yang meninggal? Suara ambulance semakin mendekat dan kami kami bertanya siapa yang sakit dikampung kita ini? Lalu ada menjawab Roni yang sakit katanya saya tidak begitu yakin kalau dia sudah tiada, tetapi dugaan sudah pasti Roni karena hanya dialah yang sakit mobil ambulancepun sampai kekampung kami dan menuju barisan rumah kami dan didalam hati saya berkata pasti Roni sudah meninggal karena lampu ambulancenya berwarna merah, ternyata dugaan kami tepat, Roni telah pergi meninggalkam semuanya, meninggalkan mamanya yang dia cintai meninggalkan abangnya yang dia cinta meninggalkan pacarnya dan meninggalkan teman sekolahnya bahkan meninggalkan kami sahabat kecilnya samapai besar . Tuhan kenapa ini bisa terjadi? Adilkah ini. Itu yang ada didalam pikiran saya . saya melihat mayatnya yang begitu kurus hitam, membuat saya menangis dan teman-teman yang lain juga menangis, tetangga berlarian menuju rumahnya. Ya ampun kenapalah secepat ini dia pergi padahal sebentar lagi dia akan tamat itulah yang dikatakan Anto. Pahit sekali, aturan hari itu adalah hari yang paling bahagia karena pada tgl 31 Desember adalah hari pergantian Tahun antara Tahun 2010 menuju Tahun yang baru yaitu Tahun 2011, pada waktu itu kami semua merasa bersalah, karena kami merayakan tahun baru dengan hati yang bahagia sedangkan mereka aturan merayakan tahun baru dengan hati yang bahagia kini berubah menjadi tahun baru yang penuhi dengan tangisan,
    Kami hanya bisa berdoa untuk sahabat dan untuk keluarga yang ditinggalkannya semoga keluarga yang ditinggalkannya tabah dan iklas menerima kepergian sahabat kami yaitu Roni Manalu semoga amal dan kebaikanmu selama di bumi ini diteirmima oleh yang maha kuasa
     
     selamat jalan teman , kini jalan kita telah berbeda . doa kami menyertaimu semoga amalmu selama di bumi ini diterima oleh yang maha kuasa , itulah doa didalam hati saya
    karena dia mati muda maka para pemudapun menggali kuburan untuk dia, penguburanpun dilakukan tanpa sadarkan diri air matapun menetes mengingat semua kenangan bersamanya, banyak sekali kenangan bersama dia , tapi semua itu adalah kehendak Tuhan, 

    kami akan menyusulmu tapi kami tidak tau kapan, sampai jumpa di akhirat sahabatku,
    dariku sahabatmu meduk sinamo
     
    karya; meduk sinamo
    untukmu my friends

Tidak ada komentar:

Posting Komentar